BLOG

Answer Time Diskusi Online Benah UKT 2016

[REKAP PERTANYAAN DAN JAWABAN OPEN DISCUSSION]

Alhamdulillah, pada tanggal 12 Juni 2016 telah dilangsungkan Open Discussion dengan topik: ‘Masih’ UKT.

Terimakasih kepada semua yg telah berpartisipasi, semoga bermanfaat untuk kita semua.

Berikut kami berikan rekap pertanyaan sekaligus jawaban dari beberapa pertanyaan yg diberikan tadi malam.

Pertanyaan #1

UKT dan golongannya

JAWAB:
secara umum ukt terbagi atas 8 golongan, berikut rinciannya

S1 Kedokteran
500.000
1.000.000
6.750.000
10.250.000
13.750.000
17.500.000
19.500.000
24.175.000

S1 Psikologi
500.000
1.000.000
3.000.000
4.500.000
5.500.000
6.050.000
6.655.000
10.786.000

D3 Hiperkes
500.000
1.000.000
3.025.000
4.400.000
5.500.000
6.050.000
6.655.000
10.786.000

D3 Kebidanan
500.000
1.000.000
9.900.000
9.900.000
12.650.000
13.915.000
15.306.500
16.178.000

D4 K3
500.000
1.000.000
3.190.000
3.850.000
4.950.000
5.445.000
5.989.500
10.786.000

D4 Kebidanan
500.000
1.000.000
9.900.000
9.900.000
12.650.000
13.915.000
15.306.500
16.854.000

Pertanyaan #2

Tolong dikasih kesempatan buat turunin UKT walaupun ortu gaji keliatannya cukup tp pengeluaran jg bukan buat UKT saya saja tp untuk kakak yg msh kuliah jg dan pengeluaran lainnya dirmh. Sedangkan skrg kondisi bapak lg nganggur emg saat pengisian ukt kondisi bapak masih kerja tp saat ini sedang menganggur cm mama yg kerja

JAWAB:
Bisa. Melalui mekanisme dispensasi UKT. Dispensasi UKT bisa diajukan tiap semester. Persyaratan dan ketentuan akan di share jika sudah mendekati jadwalnya.

Asal semua bukti bukti disertakan dan benar benar bisa dipertanggungjawabkan

Pertanyaan #3

Mau nanya kalo mekanisme buat keringanan ukt apakah masih bisa buat mahasiswa lama? Kalo masih bisa kira kira waktunya kapan dan mekanismenya seperti apa ya? Terima kasih
#DILEMAUKT#BENAHIUKT#AYOBERSUARA

JAWAB:
Insyaa Alloh bisa, namun tetap mempertimbangkan sosial ekonomi mahasiswa lama tsb. Nanti akan diberikan waktunya oleh Adkesma FK UNS, dan mekanisme sama dengan Dispensasi UKT seperti biasanya.

Alurnya: pengumpulan berkas -> wawancara -> fiksasi dispen -> pengumuman

Pertanyaan #4

Bukanya ukt tahun 2015 snmptn sbmptn dan mandiri sama ya?

JAWAB:
Uang kuliah menurut jalur masuk itu berlaku di th 2013 aja. 2014 dan 2015 udah sama ketiga jalur, sudah menggunakan penghasilan orang tua

Peratanyaan #5

Min maaf bingung, perbedaannya biaya kuliah tunggal sama uang kuliah tunggal (yang ada kelompoknya) itu apa ya?

JAWAB:
Menurut permen nomor 55 tahun 2013, uang kuliah tunggal adalah sebagian uang kuliah yang dibebankan kepada mahasiswa. Lho, kenapa sebagian? Sesungguhnya uang yang dibebankan kepada masing-masing mahasiswa lebih dari nominal UKT yang dibayarkan, biaya ini disebut dengan Biaya Kuliah Tunggal (BKT).

Secara definisi, BKT adalah seluruh biaya operasional per mahasiswa per semester.

Nah, BKT dikurang dengan bantuan pemerintah menghasilkan nilai UKT dan inilah nominal yang dibayar oleh mahasiswa.

UKT ini nanti akan dibagi dalam beberapa golongan. Setiap mahasiswa akan mendapat golongan UKT sesuai dengan kemampuan ekonominya. That’s why tujuan UKT salah satunya adalah untuk membantu meringkan beban mahasiswa terhadap pembiayaan pendidikan.

Pertanyaan #6

Langkah2 yg udah coba dilakuin apa aja min? Terus mental nya dimana? Mungkin bisa diceritain spy kita tau responnya rektorat gimna selama ini. Kan udah ada beberapa percobaan buat mengklarifikasinya. Terimakasih

JAWAB:
Langkah sudah dicoba sejak lama setahu kami. Sejak pertama kali kebijakan UKT di”uji coba” yakni tahun 2012. dengan UKT rata 5jt selain yang mandiri 22,5jt. lalu di 2013 yang berdasar jalur masuk. Sudah banyak kok pertentangan dan perjuangan zaman itu. Cerita langsung dari mas Hazmy presbem 2 periode kala itu, menulis di blog nya, dan langsung dipanggil pimpinan rektor. lalu keluarlah SK KERINGANAN UKT pertama kalinya.

Pertanyaan #7

bagaimana sih terkait kejelasan ukt kita itu selama ini untuk apa aja min? (re:transparansi)
seenggaknya ada penjelasan lah dari pihak terkait knp ukt bias segitu tingginya
#BENAHIUKT #DILEMAUKT #AYOBERSUARA

JAWAB:
Utk transparansi sebenarnya udah di mintakan sejak lama. Tapi krna dari pihak univ ada kemungkinan tidak ingin terlihat adanya kebobrokan dalam system ukt shingga mereka belum berani mengeluarkan transparansi.
krna jika pihak pusat mau mengeluarkan transparansi, kesalahan system ukt akan terlihat jelas dgn adanya transparansi.

Pertanyaan #8

min mungkin bisa minta tolong di jelasin singkat kasus yg membuktikan bobroknya UKT itu apa aja, jadi dilema juga ketika sebagian dari mahasiswa kok kayaknya enggak merasa keberatan dengan UKT, ada yang bilang “namanya juga kuliah ya emang mahal”dan yg salah itu UKT atau sistem UKT saat ini sebetulnya min? belum tau referensi sistem lain juga soalnya, minta pencerahannya min #DILEMAUKT

JAWAB:
Untuk hal ini sudah dipaparkan dalam tulisan SISTEM UKT yang mimin share semalam. Disana sudah cukup lengkap mengenai masalah UKT yg terjadi di UNS.

Pertanyaan #9

sempet sekilas baca ada kenaikan kenaikan, sebetulnya relevan enggak sih min ketika kenaikan itu memang menyesuaikan dengan pembangunan di UNS? atau ada subsidi antar fakultas? prodi? atau mimin tau enggak min kondisi kampus lain tentang UKT ini? bias tambah wawasan siapa tau

JAWAB:
Sebenarnya adanya kenaikan pada UKT menyesuaikan juga kenaikan pada anggaran yg diajukan fakultas. Tetapi di UNS khususnya di FK, dilihat dari CSA (cost structure analysis) yakni pengeluaran prodi tiap tahunnya hamper tidak mengalami perubahan. Nah disini yang menjadi pertanyaan besar yakni dgn CSA prodi yg setelah diteliti tidak ada kenaikan, mengapa di UKT ada kenaikan yang begitu signifikan.
sebenarnya asalkan kenaikannya relevan dgn pengembangan pembangunan di UNS hal itu tidak menjadi masalah. tetapi saat ini dgn kenaikan ukt belum diimbangi peningkatan pembangunan seperti contohnya di kampus l luar kentingan

trus kaitannya dgn kondisi kampus lain. Ambil contoh aja UNDIP. Undip saat ini mengunakan system SPI atau uang pangkal. Tetapi dgn adanya system itu ternyata tidak menyebabkan menurunnya ukt tetapi malah menaikkan ukt

Pertanyaan #10

Yg ingin saya keluhkan adalah : sebenarnya pembagian UKT sudah sesuai untuk ketentuan tingkatanya, namun kampus masih belum melihat tanggungan orang tua. Memang kalau dilihat secara kotor gaji orangtua lumayan cukup, namun bagaimana jika orang tua harus menanggung anak yg banyak yaitu 4 anak dan masih sekolah semua? Dan orangtua kebetulan menanggung sebuah keluarga yg kebetulan adalah adik ayah saya. Keluarga adik ayah saya ditinggal suaminya sehingga orang tua saya lah yg menanggung. Sehingga sangat berat untuk membayar UKT dengan tingkat tertinggi. Padahal teman2 yg dapat UKT satu tingkat dibawahbyg tertinggi tidak memiliki tanggungan seberat saya, lalu yg sepantaran UKT nya mereka hanya anak tunggal atau 2 bersaudara dan kebetulan sangat mampu. Itu menurut daya tidak adil.. tolong di sampaikan yaa terimakasih banyak

JAWAB:

Betul sekali, ketika kita dari Adkesma Fk membuat kuisioner untuk mahasiswa, kita juga menemukan banyak kejanggalan seperti itu, (datanya di kastrat kalau gak salah yg tanggungan itu) banyak yg merasakan hal yg mas rasakan sekarang. Namun untuk penggolongan, tidak hanya tanggungan yang dipertimbangkan melainkan juga variabel-variabel lain seperti listrik, PBB, kendaraan, dsb. Kami sudah mencoba menyuarakan namun hanya janji yg di dapat, jadi mari kita bersama sama menyuarakan ini. Karena kami tanpa kalian tidak akan bisa berbuat banyak.

Pertanyaan #11

Gini, Sebenarnya saya belum merasakan keuntungan dari pembayaran ukt yg tinggi
Anggap 1 angkatan, uang belasan juta dr 250 orang /6bulan itu kemana?
Mengingat 1 angkatan hanya disediakan 2 rk dan alat praktikum dr angkatan2 atas, kalaupun praktikum yg menggunakan bahan habis pakai biasanya perkelompok bs 20an orang (jadi pengeluaran untuk fasilitas praktikum ttp sedikit mnrtku)
Apakah uangnya untuk pembangunan fk/uns yg sekarang ini sdg dilakukankah?
Kalo untuk pembangunan uns kenapa yg uktnya naik gila2an hanya fk?

JAWAB:
Iya mbak, benar. kampus sedang pembangunan. itu penjelasan sementara dari Dekan.
Memang terutama untuk FK, untuk menunjang proses perpindahan dari prodi di luar kampus kentingan ke kentingan.

Pertanyaan #12

Kenapa mahasiswa baik fakultas lain maupun dr fakultas kedokteran nominal UKT tidak bias diakses dr awal ya?? Maksudnya biar kita tahu itu saya atau tmn2 yg lain itu tahu kita dr golongan atau kategori UKT yg mana?? Sekian dan terimakasih.

JAWAB:
Tidak bisa di akses dari awal.
Zaman dulu, sewaktu sistemnya belum UKT bisa.
Dari BEM sudah sempat mengkaji akan hal ini beberapa kali. Saat Diskusi Publik dengan Bang Andi dari UI salah satunya.

Pertanyaan #13

UKT sesungguhnya dialokasikan kemana aja ya kak? Soalnya di siakad tulisannya sekian juta rupiah hanya di satu poin aja, sedangkan poin lainnya nol rupiah. Apa siakadku aja yg error kak? 🙁

JAWAB:
Kalau mau tau uangnya buat apa aja, bisa dilihat di CSA (cost structure analysis). Disitu, kebutuhan permahasiswa di suatu prodi dijabarkan. Dana tutorial sekian, skills lab sekian, dana penelitian dosen sekian, dll
Nah, untuk fk uns sendiri, bem punya data CSA tahun 2013, dan dari CSA itu timbul beberapa pertanyaan, terutama yang paling mencolok adalah dana tutorial di prodi psikologi. Sejak kapan Psikologi UNS ada diskusi tutorial? Tanda tanya besar bukan?

Dan kelemahannya adalah CSA ini tidak bs diakses oleh umum. Karena akan terlihat kerancuannya ketika dapat diakses. Contoh kerancuan lain selain adanya anggaran diskusi tutorial di prodi psikologi, adalah anggaran CSA ini tidak berubah dari tahun ke tahunnya. Padahal UKT setiap tahun semakin membesar.

Pertanyaan #14

Miris bacanya, bisa ga sih bpk & kpk mengusut transparasi ukt mahasiswa?

JAWAB:
Bisa saja sebenarnya. Ketika kita ingin mengusut ini dengan lembaga negara seperti BPK maupun lembaga independen seperti KPK ada dua kemungkinan: kesalahan UKT terletak pada individu/orang atau kesalahan pada sistem. Dan saat ini sepertinya isu biaya pendidikan masih belum terlalu menjadi urgensi kedua lembaga tsb. Mengingat negara masih berfokus pada infrastruktur dan jika kita lihat bersama dalam berbagai pemberitaan BPK maupun KPK masih mengutamakan penyelewengan/kesalahan akibat individu/kelompok/orang, bukan yang dikarenakan suatu sistem. Meskipun dalam fenomena UKT memang, bisa saja terdapat kesalahan individu/kelompok. Tapi sementara ini yg sangat terbaca adalah kesalahan sistem.

Beberapa waktu lalu rektorat UNS pernah disibukkan dgn kedatangan BPK, namun jg ga ketahuan oleh mereka.

Pertanyaan #15

ukt 2016 udah keluar. masa sanggah ukt untuk yg sbm hari ini juga sudah berlangsung, semoga masa sanggah ini bukan hanya sekedar formalitas, tapi bisa memberikan keadilan bagi yg membutuhkan. kasian juga belasan juta keluar tiap 6 bulan sekali. untuk kedepannya, sepertinya memang butuh transparansi terlebih dahulu dari pihak universitas. entahlah sejauh ini apakah pihak univ (sudah) mau menjelaskan soal transparansi ukt.

penggolongan ukt, setiap tahun kan makin bertambah ya. dari 5 jadi 7 kemudian 8. kenapa nominalnya juga ikutan bertambah? kirain golongan bertambah supaya rangenya juga jelas, gak anjlok bgt dari 4 juta ke 12 juta misalnya.
untuk apa berarti penggolongan yg makin banyak ini?

JAWAB:
Aamiiin semoga tidak hanya formalitas semata. Dan semoga ke depannya diploma juga bisa mendapatkan kesempatan sanggah.
Untuk kenaikan UKT, nah itu dia hingga kini belum pasti mengapa. Jawaban dari para pemegang sistem UKT hanya berdalih ini karena inflasi. Entah jika ternyata ini hanyalah pemainan kebutuhan universitas/fakultas/prodi yg ‘sengaja’ dinaikkan.

Pertanyaan #16

menurut mimin gmn dg fenomena “org dalem”? misal ortu ku atau kenalan dekatku adalah dosen atau seseorg yg pny ‘strength’ lah di suatu univ trus aku jd dpt ukt yg lbh rendah dr ukt yg seharusnya ‘sepantasny’ ku dpt. apa hal yg kyk gini bisa dimaklumi? mgkin dianggap sebuah reward atau apalah utk org dalam itu tadi hingga beliau2 bisa pny ‘hak’ utk bisa mendapatkan potongan ukt anak atau siapanya.
trus ketika proses lobying terjadi sampe akhirnya ada persetujuan di antara mereka *walah wkwk* habis itu bagian mana dr sistem yg bisa diubah?

JAWAB:
Mohon maaf tapi jujur kami dari BEM maupun Himpunan belum pernah mendengar hal semacam itu untuk di UNS. Sehingga kami belum ada kajian ke arah sana.

Post a comment