BLOG

Notulensi Temu Birokrat

Pada tanggal 3 Juni 2016, Adkesma BEM FK UNS mengadakan acara Temu Birokrat. Acara ini bertujuan untuk membahas isu internal kampus FK bersama jajaran stakeholder FK UNS. Selain stakeholder, Temu Birokrat juga turut dihadiri oleh koti dan perwakilan dari masing-masing angkatan.

Berdasarkan diskusi yang telah dilakukan, hasil yang didapatkan dari beberapa bidang adalah sebagai berikut:

 

1)      Pendidikan

  1. Terkait tidak dibukanya lagi penerimaan mahasiswa jalur mandiri

Penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri sudah diajukan ke Kemenristekdikti, jika Universitas Sebelas Maret sudah menjadi kampus PTNBH maka penerimaan mahasiswa dengan jalur mandiri bisa dibuka langsung.

  1. Terkait jumlah dosen yang kurang di beberapa program studi

Penambahan dosen dilakukan secara bertahap.

  1. Terkait buku panduan praktikum yang baru diterima setelah ujian akhir terlaksana

Buku panduan praktikum D4 K3 terkendala biaya.

2)      Uang Kuliah Tunggal (UKT)

  1. Apa yang mendasarkan mahasiswa mendapatkan golongan tinggi pada UKT? Sedangan dengan pekerjaan orangtua dari mahasiswa yang lebih mampu justru golongannya lebih rendah

Penggolongan UKT hanya diketahui SPMB, pihak dekanat tidak mengetahui sistem penggolongannya. Namun, ada kemungkinan penghasilan orangtua yang diisikan ketika pendaftaran online awal tidak sesuai atau diisi lebih tinggi

  1. Mengapa jarak biaya yang harus dibayarkan dari golongan 1, 2, 3, dan seterusnya berbeda jauh?

Masalah penggolongan UKT golongan 1 dan 2 ditentukan oleh Kemenristekdikti, baru kemudian pihak universitas yang menentukan golongan selanjutnya.

3)      Sarana dan prasarana

  1. Pemindahan kampus di luar Kentingan ke Kentingan terkendala oleh gedung yang belum siap. Namun, di tahun 2017 nanti persiapan akan segera beres.
  2. Untuk pemindahan kampus;

–          S1 psikologi akan menempati gedung D

–          D3 dan D4 Kebidanan akan menempati gedung E

–          D4 K3 dan D3 Hiperkes akan menempati gedung F

  1. Setiap program studi perlu menginventarisasikan fasilitas yang kurang sehingga dapat ditindaklanjuti oleh fakultas. Untuk komplain perihal sarana pendukung perkuliahan dan semacamnya sebenarnya bisa langsung menghubungi pihak dekanat atau yang mengurusinya agar segera ditindaklanjuti, jadi tidak harus menunggu sampai ada momen tertentu
  2. Perbaikan sarana dan prasarana sudah diajukan ke rektor UNS
  3. Mahasiswa perlu berpartisipasi untuk merawat fasilitas yang disediakan
  4. Pembangunan dan peningkatan kampus Kentingan didahulukan karena program studi kedokteran membayar UKT lebih tinggi dan rencana jangka panjang bahwa seluruh program studi akan disatukan di Kentingan

4)      Kemahasiswaan

  1. Mengapa jarak antara pengumuman peneriamaan beasiswa dengan pengumpulan berkas sangat dekat?

Pengumuman terkait beasiswa sering mendadak dikarenakan informasi dari pihak penyelenggara beasiswa yang mendadak pula.

  1. Bisakah fakultas membiayai semua lomba yang diikuti mahasiswa yang membawa nama fakultas?

Biaya lomba dari fakultas hanya diperuntukkan lomba yang diselenggarakan oleh lembaga yang berkompeten. Selain itu, perlombaan akan didanai jika diajukan saat penyunan RAB diawal kepengurusan ormawa.

  1. Apakah golongan UKT bisa diturunkan?

Pemberian downgrade UKT hanya diberikan kepada mahasiswa yang mengalami peristiwa ekstrem. Dan saat ini juga ada masa sanggah UKT ketika awal penerimaan mahasiswa baru yang bertujuan untuk menurunkan besaran UKT.

Selain beberapa bidang pokok yang menjadi permasalahan diatas, adapula usulan serta masukan dari dan terhadap himpunan:

1)      HMPD

  1. Parkiran tidak bisa ditambah karena keterbatasan lahan. Tetapi, jika memang penuh, parkiran yang telah disediakan di gedung A ataupun GOR juga bisa dimaksimalkan
  2. UKT Kedokteran tinggi disebabkan karena tidak dibukanya penerimaan mahasiswa dari jalur mandiri

2)      HMP Diploma

  1. Prodi perlu menuliskan laboratorium apa saja yang diperlukan
  2. Terkait RK terlalu penuh, prodi dihimbau untuk tidak terlalu banyak menerima mahasiswa baru (sesuai dengan kuota)
  3. Pengadaan buku cetak perlu dana talangan terlebih dahulu

3)      Seluruh HMP

  1. Mahasiswa dengan UKT yang tidak wajar (nominal tak sesuai dengan kemampuan) harus dilakukan pendataan ulang dan kemudian dilaporkan kepada pihak terkait

adkesma adkesma2adkesma4adkesma3

Post a comment