BLOG

[PRESS RELEASE] Kabar-Kabar Kastrat

Masih ingatkah kawan-kawan mengenai surat terbuka “opini mahasiswa” terkait dengan apa yang “hujan perbuat” ke gedung-gedung FK yang di publish tempo hari?
Kami membawa kabar gembira nih. Jadi, hari senin, 17 Oktober 2016 BEM FK UNS melakukan audiensi dengan Dekan dan WD III FK UNS untuk mendiskusikan terkait permasalahan yang ada, antara lain :

1.Perbaikan
Kejadian hujan deras yang mengakibatkan banjir di kampus Tirtomoyo dan basement gedung Pendidikan Dokter,serta robohnya atap dan salah satu pilar tiang di gedung baru sudah direspon cepat oleh pihak Dekanat dan sudah dilakukan perbaikan. Setelah mendapatkan laporan pasca kejadian tersebut, Prof. Hartono selaku Dekan langsung turun tangan untuk memastikan penyebab terjadinya “musibah” tersebut dan segera memutuskan untuk melakukan perbaikan.
Keterangan yang kami dapatkan dari Pak Dekan mengenai penyebab runtuhnya atap gedung Pendidikan Dokter adalah karena adanya sisa-sisa semen saat perbaikan atap yang tertinggal diatas sehingga menyumbat sistem drainase dan membuat atap yang terbuat dari kaca retak dan akhirnya runtuh.
Lalu, mengenai pilar tiang yang sempat menjadi “tanda tanya” sebagian mahasiswa yang melihat kejadian dan juga sempat menjadi trending topic pasca kejadian karena pilar tiang tampak “kopong”, ternyata memang bangunan tersebut di setting kosong sebagai jalan alat-alat untuk maintenance gedung. Pada saat kejadian, drainase melalui saluran pipa yang berada di atas tiang tersebut mengalami kebocoran/pecah karena debit air hujan yang sangat deras turun melalui pipa yang membelok menyebabkan tertampungnya air dan menyebabkan rubuhnya pilar tiang tersebut.
Lalu mengenai banjir di basement, sebenarnya pada perencanaan pembangunan telah disiapkan sumur resapan air yang diharapkan dapat menampung air ketika hujan tiba. Akan tetapi saluran menuju sumur resapan tersebut sedikit tersumbat sehingga debit air yang masuk tidak dapat terserap cepat untuk mampu menampung air hujan yang deras.
Lalu mengenai banjir di Tirtomoyo, penyebabnya diduga karena drainase yang memang bermasalah. Namun, Alhamdulillah hal ini sudah dibawa ke Rapat Pimpinan bersama Rektor dan disetujui untuk adanya perbaikan darurat kembali.
Jadi, dapat ditarik kesimpulan kejadian-kejadian yang sempat menghebohkan mahasiswa FK beberapa saat yang lalu adalah murni karena musibah.
2.Pembangunan gedung 8 lantai tidak sepenuhnya menggunakan UKT
Ketika awal pembangunannya, memang gedung 8 lantai menggunakan uang SPP/UKT (tahun 2009 ketika pertama kali dibangun) sebesar 5 M untuk penancapan tiang pancang gedung dan lantai 1. Selebihnya karena dirasa tidak memungkinkan untuk menggunakan UKT, maka diputuskan untuk mencari sumber penganggaran dari uang rupiah murni atau APBN dengan rincian penurunan dana sebagai berikut :
– Dana pertama turun sebesar 27 Milyar Rupiah,
– Dana kedua turun sebesar 25 Milyar Rupiah, dan
– Dana terakhir turun sebesar18 Milyar Rupiah.
Dengan total dana pengeluaran berkisar 75 Milyar Rupiah, yang mana itu merupakan uang rakyat.
Satu pesan Pak Dekan mengenai hal ini, terkhusus bagi mahasiswa Prodi Kedokteran, “Seharusnya kita bersyukur dengan pembangunan gedung 8 lantai yang hampir sebagian besar berasal dari uang rakyat, oleh karena itu sudah sepatutnya kita ikut merawat dan menjaga segala hal yang ada didalamnya. Saya selaku Dekan juga akan terus berusaha melakukan usaha sesuai porsi saya dan saya sangat berharap kalian mahasiswa ikut merasa memiliki dan bersyukur”.
3.Renovasi gedung untuk pemindahan Kampus Mesen dan Tirtomoyo
Sesuai hasil TEMU BIROKRAT bersama Dekanat bulan Mei kemarin, Dekanat sudah mengupayakan untuk mempercepat pemindahan kampus menjadi satu. Dan atas persetujuan Rektor dan Tim Rencana Pengembangan UNS sudah di ACC mengenai pendanaan dan sedang berlangsung tender terkait dengan renovasi gedung C, gedung D, gedung E, gedung F, dan gedung G yang nantinya akan digunakan oleh mahasiswa diploma dan Psikologi. Ditargetkan akhir bulan Oktober ini ditetapkan pemenang tender dan dimulai proses renovasi. Oleh karena itu, Dekanat mengajak seluruh Keluarga Besar FK UNS untuk bersama-sama mendoakan agar rencana perbaikan tersebut dapat berjalan dengan baik dan rencana pemindahan dapat dilakukan semester depan.
Mengenai pembagian ruangan, Dekanat telah memfasilitasi seluruh Kaprodi untuk mendiskusikan secara langsung bersama pihak kontraktor yang merencanakan renovasi.
Diharapkan kedepan atas izinNya ketika renovasi di mulai, dari golongan mahasiswa seperti HimpunanMahasiswa Prodi bersama Kaprodi dapat turut mengawal keberjalanannya.

Akhir Kata
Barangkali kita juga harus pandai-pandai bersyukur dengan semua yang ada sekarang, dengan cara merawatnya secara bersama-sama, minimal dengan tidak membuang sampah sembarangan, merapikan kursi setelah kuliah, menghapus papan tulis, mematikan AC, mematikan LCD, dsb.
Tapi bersamaan dengan turunnya pernyataan ini, bukan berarti kita selanjutnya kita menjadi apatis dan tidak peduli dengan keberjalanan kampus kita kedepannya. Mari kita jaga bersama-sama, dan mari kita suarakan bersama-sama. Jika kita merasa sesuatu tidak berjalan dengan semestinya, maka jangan pernah takut untuk menyuarakan kebenaran.
Dekan dan WD 3 berpesan, bahwa “kami sangat membuka masukan dan saran dari semua mahasiswa demi kebaikan FK. Kami selalu membuka pintu kami lebar-lebar dan sebisa mungkin untuk menempuh cara kekeluargaan dalam menyelesaikan masalah karena kami menganggap mahasiswa sebagai “anak”, dan begitu pula harapan kami kalian mahasiswa menganggap kami sebagai “orang tua”.

Kami atas nama BEM FK UNS mengucapkan terimakasih kepada pihak Dekanat yang telah membuka lebar pintu diskusi dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Disamping itu kami juga mengucapkan permohonan maaf apabila dalam menyampaikan aspirasi ada yang kurang berkenan, akan tetapi dari lubuk hati terdalam kami hanya ingin saling mengingatkan demi FK UNS yang lebih baik.
Dan selanjutnya kami atasnama BEM FK UNS mengucapkan terimakasih kepada seluruh mahasiswa yang masih mempercaya kami untuk dapat menyampaikan aspirasi dan keluh kesahnya kepada stakeholder. Kami akan terus berusaha melakukan yang terbaik bagi kesejahteraan mahasiswa.

Karena pada akhirnya idealisme adalah sebuah pilihan.
“Lebih baik diasingkan daripada hidup ditengah pengkhianatan”-Gie

HIDUP MAHASISWA!
HIDUP RAKYAT INDONESIA!
Surakarta, 17 Oktober 2016
Atas Nama BEM FK UNS

gedung8lantai_pilar

Post a comment