BLOG

Selayang Pandang Polemik Sistem Registrasi UNS

63085Sistem pembayaran UKT dan proses registrasi di UNS tampaknya perlu diperbaiki kembali. Sebab terdapat beberapa kendala dan masalah terkait pembayaran UKT dan proses registrasi yang terkesan menunjukkan kelemahan sistem itu sendiri. Ada beberapa kendala dalam pembayaran UKT dan proses registrasi pada semester genap 2015/2016 yang dialami oleh beberapa mahasiswa, yakni

1. Kenaikan UKT yang disebabkan oleh kesalahan sistem dari semester sebelumnya yang dialami oleh 70 lebih mahasiswa D4 Kebidanan. Berkas penundaan pembayaran UKT yg diajukan oleh mahasiswa D4 Kebidanan yg mengalami kenaikan UKT akibat kesalahan sistem membutuhkan ttd dari pihak WD 2. Akan tetapi berkenaan dengan pihak WD 2 yg sedang bertugas diluar kota. Sedangkan ketika bertanya dibagian pendidikan pusat berkas penundaan harus diserahkan paling lambat jam 2 siang dan persoalan ttd surat bisa diwakilkan oleh bagian dekanat yg lain. Namun solusi yg diberikan oleh bagian pendidikan pusat tidak sesuai dengan aturan yg ada pada bagian pendidikan fakultas. Akhirnya ditemukan win win solution yaitu pihak pendidikan fakultas yg akan melobby pihak pendidikan pusat terkait keterlambatan penyerahan berkas penundaan pembayaran UKT D4 Kebidanan. Dan mahasiswa D4 Kebidanan diminta untuk segera membayarkan 50% dari biaya UKT yg lama setelah berkas dari pendidikan fakultas diserahkan pada bagian pendidikan pusat.

2. Ketidak sinkronan antara nominal UKT yang harus dibayarkan dengan nominal UKT yang tertera di pendidikan pusat dan hal ini dialami oleh beberapa mahasiswa.

3. Beberapa kesalahan juga masih terjadi pada sistem autodebet, seperti saldo yg sudah terpotong namun pada cetak hasil autodebet masih tertulis keterangan bahwa autodebet gagal.

Kegagalan autodebet dan tidak bisa herregistrasi, adalah dua permasalahan utama yang seringkali terjadi menimpa mahasiswa UNS. Bisa dikatakan demikian karena yang mengeluhkan hal ini tidak hanya satu atau dua orang saja, melainkan belasan bahkan puluhan mahasiswa yang mengadukan perihal tersebut. Semester lalu, juga semester sekarang. Masih belum ada perkembangan sistem yang berarti. Bagaimana akan tenang? Bila herregistrasi ini gagal, konsekuensinya mahasiswa harus cuti selama satu semester. Memang, ini kesalahan pada sistem, tapi bukan berarti tanpa kelalaian pada pemegang amanah tentunya.

Hal-hal yang demikian tentu patut dipertanyakan dan yang nantinya justru akan menunjukkan bahwa sistem yang dijalankan oleh pusat terlalu banyak kesalahan.

Mengapa kesalahan yang sama terus menerus terjadi, berulang, seolah tidak pernah dilakukan evaluasi. Padahal kejadian ini selalu terjadi di periode herregistasi semester gasal maupun genap.

Untuk itu kami memberikan saran agar proses pembayaran UKT tidak menimbulkan polemik seperti diatas.

Saran :
1. Diadakan sosialisasi kepada mahasiswa jika terjadi KENAIKAN UKT agar mahasiswa yang bersangkutan dapat melakukan persiapan dan mengajukan keringanan apabila tidak dapat memenuhi.

2. Perbaikan sistem, agar tidak terjadi kesimpangsiuran yang dapat menimbulkan kebingungan pada mahasiswa.

Karena sudah saatnya, seluruh pihak yang memegang sistem kemahasiswaan, administrasi, dan keuangan merombak habis-habisan sistem yang seperti ini. Sistem yang menimbulkan tanda tanya di tengah mahasiswa. Sistem yang menimbulkan perasaan tidak nyaman dan tidak tenang.

Karena pada dasarnya perubahan untuk mencapai suatu keadaan yang lebih baik sangatlah diperlukan. Dan sudah sepatutnya belajar dari kesalahan-kesalahan agar tidak terulang kembali dan tidak memberikan dampak yg merugikan bagi mahasiswa.

Post a comment